Robot da Vinci
Banyaknya ide untuk menggunakan robot untuk operasi bedah, kedengarannya sepertinya tidak mungkin. Tetapi ide tersebut sekarang telah menjadi nyata. Sebuah robot da Vinci Surgical System (namanya diambil dari tokoh terkenal Leonardo da Vinci) diperkenalkan tahun 1999 oleh California company Intuitive Surgical. Seorang dokter bedah dapat mengoperasi pasien sambil duduk didepan komputer yang letaknya bersebarangan dengan pasien (bahkan ditempat yang berbeda) mengendalikan robot tersebut melalui komputer layaknya seperti bermain video game.
Robot da Vinci mempunyai tiga tangan, satu diantaranya terdapat sepasang kamera kecil untuk menghasilkan gambar 3D dari bagian tubuh pasien dibedah, sementara seorang dokter melihatnya di sebuah monitor. Dua tangan yang lain mengerjakan operasi melalui insisi yang kecil yaitu hanya 8 milimeter.
Banyak keuntungan dari penggunaan robot da Vinci. Diantaranya prosedur operasi yang sulit akan dapat dikerjakan dengan lebih mudah. Untuk mengoperasi jantung tidak perlu membedah rongga dada pasien, namun cukup dengan membuat lubang kecil dirongga dada tersebut sedangkan sebuah camera kecil dimasukkan lewat salah satu lubang kecil itu menangkap gambar yang tajam yang diperbesar hingga 25 kali dari ukuran sebenarnya, sehingga dokter bedah dapat melihatnya dilayar monitor. Selain itu keuntungan lainnya ialah mengurangi resiko dari komplikasi yang lain.
Apa yang terjadi dimasa yang akan datang dengan adanya pembedahan dengan robot ini? Jika operasi dapat dilakukan dari tempat yang bersebrangan dengan pasien, diruangan yang berbeda dengan pasien mungkin dimasa datang bisa dilakukan ditempat yang berbeda negara sekalipun. Di Singapore General Hospital mengembangkan penggunaan robot untuk mendukung aktivitas medis, terutama operasi. Selain dijamin cepat, pihak rumah sakit mengaku belum pernah ada catatan kegagalan selama menggunakan peranti canggih tersebut.
Dr Lim Chong Hee dari National Heart Centre menambahkan, mesin yang didatangkan pada 2004 itu juga bisa dipergunakan untuk operasi jantung. ’’Ini teknologi terbaru. Operasi selalu sukses,’’ ujar pria yang juga dosen di National University of Singapore tersebut. Da Vinci adalah sistem robot tercanggih pertama di Asia. Secara alami dia dapat meniru pandangan dan gerakan ahli bedah. Ini membuat ahli bedah dapat melakukan operasi dengan tingkat ketelitian dan ketepatan tinggi dalam prosedur yang kompleks
Selain canggih robot da Vinci juga harus dirawat layaknya komputer agar tidak terkena virus. Robot da Vinci dibeli dari Amerika oleh Singapore General Hospital pada tahun 2004. Harga satu mesin 2 juta USD, sekitar 20 miliar rupiah. Mahalnya harga robot tersebut yang menjadi kendala karena tidak semua rumah sakit bisa membelinya. Mungkin hanya rumah sakit dinegara-negara maju di Eropa, Amerika dan Singapura saja yang mampu membeli robot da Vinci tersebut.