Robot Ikan atau disebut pula dengan robot bawah air akan digunakan pada tahun depan untuk membantu mengawasi kualitas air dalam proyek pengembangan empat sungai di Korea. Menteri Pengetahuan dan Ekonomi mengumumkan pengembangan robot bawah air tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak pemerintah menunjuk Institut Teknologi Industri Korea untuk memimpin proyek ini pada bulan Juni. Sebanyak dua atau tiga unit robot ikan ini akan diuji di empat sungai tahun depan.

Robot Ikan

Presiden Lee Myung-bak untuk pertama kalinya mengumumkan robot bawah air ini pada tahun 2009 dalam program “dialog bersama presiden”. Sebenarnya, Robot semacam ini sudah dipergunakan di AS, Inggris, dan Negara-negara ekonomi maju lainnya untuk mengeksplorasi sumber daya bawah air atau mengawasi kualitas air di sungai dan lautan. Robot-robot tersebut mampu untuk mengumpulkan data kualitas air dan temperatur air, dan mengirimkan data tersebut secara instan sambil berenang di dalam air. Pada dasarnya, sangatlah memakan waktu dan biaya serta banyak keterbatasan lain bagi para penyelam untuk melakukan misi tersebut. Dengan demikian, akan lebih efisien jika menggunakan robot ikan ini untuk mengumpulkan dan mengirim data.

Robot Ikan “Iktus”

Institut Teknologi Industri Korea mengembangkan sebuah prototipe ikan robot pada tahun 2008. Pada bulan September tahun berikutnya, diperkenalkan Iktus V3 sepanjang 42cm. Selain Iktus, ikan robot lainnya di Korea, seperti ROFI, dikembangkan oleh Universitas Nasional Seoul pada tahun 2006 untuk diujikan dan robot tipe ikan kembung dilengkapi dengan mobilitas sukarela dan alat pengontrol jarak jauh pada tahun 2009 oleh Institut Permesinan dan Material Korea dan Konkuk University. Masih dalam tahap pengerjaan, Iktus diharapkan mampu berenang pada kecepatan 2,5 meter perdetik dan bisa membawa lebih dari lima buah sensor untuk mengawasi kualitas air.

Pemeriksaan Kualitas Air oleh Robot Ikan

Yang menarik dari robot ikan yang akan dipakai untuk memeriksa kualitas air pada tahun 2011 adalah ikan tersebut akan dioperasikan sebanyak 3 unit secara bersamaan. Rencana awalnya, setiap ikan akan diisi dengan sensor dan dioperasikan secara mandiri. Namun, presiden Lee menyarankan untuk memperkecil ukurannya agar tidak membuat takut ikan-ikan lainnya di dalam air. Permasalahan yang muncul kemudian adalah mustahil untuk memasang semua alat sensor pada ikan yang berukuran kecil. Jadi, solusinya adalah dengan mendistribusikan sensor di antara dua atau tiga robot ikan dan mempekerjakannya dalam tim. Robot tersebut dijalankan dengan menggunakan baterai dan didesain untuk mengisi sendiri baterai tersebut dengan menempelkan pengisi baterai ketika kehabisan tenaga. Robot-robot tersebut juga mampu mengumpulkan, menganalisis, dan mengirimkan informasi tentang temperature air dan kualitasnya secara aktual.

Robot Ikan dan Pertumbuhan Hijau

Paradigma pertumbuhan Korea terkini adalah pertumbuhan hijau, yang banyak dilakukan di belahan dunia lain. Persyaratan yang terpenting bagi pertumbuhan hijau adalah perlindungan kualitas air. Dengan demikian, robot ikan juga dapat dikategorikan sebagai symbol pertumbuhan hijau. Dengan ekonomi masa depan yang didukung oleh pertumbuhan hijau, robot ikan akan memainkan peranan penting pada masa depan kita nanti.